mendengar dan merasakan~


ada sebuah lagu dr sebuah band jazz terkenal yang liriknya,
buka mata,hati dan telinga“…

dari dulu gue paling suka sama namanya mendengar…,
mulai dari mendengar penjelasan guru di kelas sampai2 mendengar curhatan temen2 maupun saudara.
kadang gue suka memahami dan ikut merasakan..(walaupun gue engga merasakan) tapi setidaknya di otak kita sudah ada gambaran seperti apa yang orang tersebut ceriratakan.

sudah terlalu banyak gue mendengar sejuta cerita cinta ataupun kehidupan yang bener2 terjadi.mulai dari kasus perselingkuhan,pacarnya di rebut,jatuh cinta,sakit hati,orang2 yang nikung gebetan sahabatnya,negatif thingkingan sama pacarnya atau temenya,bahkan cerita tentang hal pribadi banget.
banyak temen2gue yang bener2 percaya sama gue,dan gue pikir buat apa gue cerita2 masalah dia ke orang2.
apa keuntungan dari sebuah aib temen sendiri yang di umbar dr mulut orang di percaya.
prinsip gue,rahasia itu ibarat amanah yang mesti di jaga.

tapi,jika orang itu curhat ke banyak orang..,itu bukan rahasia melainkan sebuah cerita yang menurut dia perlu orang2 lain tau kisahnya dia.

dan bisa di katagorikan,jadi tiga yaitu:
1).tipe orang yang gak mau mempublis masalahnya ke org banyak itu tandanya dia (tertutup) dan hanya perlu 1 atau 2 org aja yg menengtahuinya.

2252358p

2).tipe orang yang suka curhat ke banyak orang,sebaliknya dia tandaanya (terbuka) dan senang bercerita dan minta pendapat banyak temen2nya tentang kasus2 cinta atau kehidupanya.

TVadtUVhzT

3).selanjutnya tipe campuran,orang yang hanya melihat situasi dan apa yang perlu di ceritakan ke banyak orang atau beberapa orang aja,tergantung dengan curhatanya apa.

tgtgtgtgtt

kebanyakan yang deket sama gue sih yang tipe tiga..tapi ada juga yang tipe dua atau satu..
mungkin sebagian orang berfikir,dia minta pendapat pada seseorang yang tidak pernah mersakan situasinya dia.padahal,udah banyak cerita2 ataupun realita kehidupan yang sama aja.
jadi,setelah mendengar satu cerita dan kita juga bisa memberikan pendapat dari kasus yang sama dengan melihat bagaimana kenyataanya..

kadang kehidupan gue bisa sama percis dengan curhat2an temen2 gue,contohnya aja beda agama dan LDR gue bisa merasakan gmana menyakitkatnya menjalanni hubungan dengan banyak tembok..
ada juga orang yang engga mendengarkan dan bagaikan angin pendampat kita atau sebaliknya
kadang,di setiap ucapan ada kata2 yang perlu di cerna dan engga(sampah)…
liat juga kita cerita ke siapa??orang bener2 niat mendengarkan atau orang yang hanya mau tau…

NB:curhat lebih bagus itu sama nyokap :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s