Cita-cita VS orangtua~


20140902-011811-4691071.jpg
Sumber:mbahgoogle

Ini berceritakan tentang 3 tahun yang lalu..,iya 3 tahun yang lalu di mana gue lulus dari SMA dulu..
Awal cerita,memang selalu orang-orang ributkan bila sudah ngomongin “akan di bawa kemana?”
Ini bukan cerita soal lagu..,tapi soal jurusan….
Bukan juga jurusan kp melayu-kp rambutan kek bis2 gitu..
Tapi ini soal jurusan kuliah yang akan di tempuh untuk masa depan ke depannya…

20140901-233113-84673529.jpg
Sumber:mbahgoogle

Siapa yang akan menyangka,gue bakalan bertahan di jurusan yang bukan lahan gue..
Bukan lahan yang gue tanami padi sebelumnya,bahkan lahan sawah gue tanami tanaman kaktus…
Kenapa gue bilang kaktus..,kehidupan penuh dengan duri2 tajam yang menancap…bagaikan di dahan kaktus..~

20140901-234337-85417537.jpg
Sumber:mbahgoogle

Apalagi memilih universitas dan jurusan yang memang kepepet dan kenginginan orang tua..
“Kenapa harus ikutin kemauan orang tua??”
Namanya juga seorang anak,apa sih yang engga buat orang tua….
Iya buat orang tua,apalagi kini gue kuliah mati2an buat mereka yang udah susah payah menguliahkan gue sampai ini…~
*tiba2banjir *hapusairmata *jadikangennyokap
Bisa bayangkan…,dari timur ujung ke timur barat jakarta..
Betapa sadisnyaaaa,pas tau hari sabtu tetep kuliah..
dr dulu sampe lulus sma,sabtu adalah hari di mana bangun siang sedunia…tapi semenjak kuliah..,sabtu masuk ke dalam weekday~
Inilah nasib MAHASISWI kesehatan…

20140901-235144-85904267.jpg
Sumber:mbahgoogle

Jurusan yang sangat asing di telinga…,bahkan tidak sama sekali tau kalau jurusan itu ada di dunia ini dan sudah berlaku lama…
Jurusan di mana orang2 yang “sok menilai dan gak tau susahnya menjadi mahasiswa dan mahasiswi yang susahnya belajar di sana dengan sebutan yang sebelah mata”…..
Sungguh menyakitkan dan menyebalkan jika mendengar orang2 yang “sok tau itu” bilang “kata2 itu”…
Belajar organ2 manusia…,dari dalam sampai luar… Hafalan syaraf2 sampai otot2…
Sampai harus bertaruh muka dan air mata bila mengahadapi dosen2…
Kadang juga otak suka ngebul,kalau belajar si “manual,tomi,dan latihan itu”….
Iyaa itu semua untuk kedepan…pekerjaan kesehatan membantu sesama…~
Namun,mengapa gue harus menerima dan mempertahankan ini semua..
Jelas2 sudah menyebrang jalur yang sungguh mengerikan dr jurusan saat SMA dulu…
Iya dari yang biasanya hanya membahas perusahaan,keungan,angka2 tak nyata sampai ke bejibunan hafalan…
Tapi kini,gue belajar pelajaran yang asing… Sangat asing di dalam pelajaran jurusan 2 tahun di SMA ya walaupun kelas satu sempat mempelajari…
Mengambil jurusan angka2 itu,berharap bisa kuliah di sekolah akuntansi no 1 itu..gak keterima dan nyasar ke jurusan lain…
Iyaaaa,walau bagaimanapun orang tua gue udah menunda keingnan gue untuk menjadi psikolog dan jurnalistik..
Keinginan dengan kenyataan..
Siapa yang gak seneng dan bangga bisa keterima di dua jurusan yang gue inginkan…
Namun,gue tidak seheboh saudara2 gue atau temen2 gue yang bikin status di mana2…
Buat apa berkicau..kalau ujung2nya engga stay di sana dan berpaling ke yang lain…

Sebuah universitas yang orang2 kejar2 sampe belajar mati2an..,harus gue lepas bagaikan balon gas yang lepas dari tangan~
Iyaaa,psikologi UNJeh dan jurnalistik PNJeh~
Dengan alasan yang hmmm mungkin bagi mereka itu fatal… Tapi bagi gue,itu adalah dunia gue..
Waktu itu gue juga mau banget jd perawat…jd penulis sastra.. Tapi lagi2 orang tua gak membolehkan ambil jurusan itu…..
Sebuah yang kita inginkan,gak selama akan tercapai…
Begitulah perjuangan gue yang salah jurusan…terus bertahan dan bertahan..
Sampai sekarang gue sedang melakukan skripsi… Penelitian skripsi yang menunggu…. Praklinik ke rumah sakit-rumah sakit…dan ujian kompre akhir..
Ini masih awal…perjuangan dan perang akan gue hadapi sebentar lagi…
Terus berjuang…
Iya berjuang..*bawatombakbambu*
Masih terus berjuang untuk orang tua…
Iyaaa berjuang untuk mewujudkan menjadi sarjana…
Sarjana keinginan orang tua~

Nb : perjuangan ini,khusus banget untuk nyokap gue…mama lili~

Iklan

4 thoughts on “Cita-cita VS orangtua~

  1. Mahasiswa kesehatan juga. Ah sama nasibnya, ga ngerti kenapa masih bertahan sampai sekarang udah jadi mahasiswa tingkat akhir. Padahal banyak yg bilang “cocoknya mah di fakultas sebelah kuliahnya rip, kamu kalau ga di fikom ya sastra”.

    Emang sayanya yg salah, baru ngeh kalau passion saya di psikologi sama jurnalistik. Kalau ortu mah demokratis, bahkan mereka nyaranin kalau mau serius nulis sok aja belajar sama om yg kerja di media cetak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s