Ketika Orang Tua Menua~


20141025-092244-33764655.jpg

Dalam proses kehidupan kita bakalan merasakan semua fase balita,remaja,dewasa dan lansia..
Kali ini saya gak bahas tentang fase2 itu tapi fase di mana “ketika orang tua menua”
*efeksounddrama* *jrengjreng~*

Entah mengapa hati saya tersentuh saat melihat seorang ayah lansia dan anaknya yang sudah tua juga datang ke sebuah klinik stroke yang “namanya apa2 sendiri” di pulomas.

20141025-093559-34559767.jpg

Saat itu saya sedang preklinik atau pkl dari kampus untuk observasi pasien2 stroke.. Melihat fisioterapi melakukan latihan2 untuk pasien stroke sampai bagaimana mereka melakukan secara psikologi menangani pasien2 yang masih “down” karena penyakit mengerikan itu..

Di sana kebanyakan pasien datang sendiri (sama supir) atau ditemani assisten (mbak2)..
Jarang lansia yang terkena stroke itu datang di temani anak2 mereka..
Pasien pertama saya yang biasa di panggil “akung” itu hampir setiap hari ke sana..
Kalau kata fisoterapi di sana sih karena selain terapi,akung merasa kesepian di rumah,apalagi dia paling gak suka kalau di tanya soal anak2nya yang sibuk sama dunia mereka sendri2 dan melupakan orang tua yang sudah membersarkan mereka..
Apalagi di tambah pekerja maupun fisiotetapi di sana sangat welcome dan bisa membawa suasana menjadi seru..
Mereka mau berbicara dan terus membangun suasana agar tidak bosan,walaupun pasien hanya respon dikit (karena mereka juga susah berbicara) atau bahkan tertidur..

di hari ke empat,saya mengobservasi pasien berusia 80 tahun masih memerlukan bantuan orang lain..
Pasien yang dipanggil “ayah” ini datang bersama ke dua anak perempuanya yang sudah menjadi ibu2 yang selalu saja sibuk dengan hp mereka..
Saat fisioterapi terapi pasien tersebut,salah satu ibu2 itu selalu duduk di samping dengan menggenggam tangan ayahnya yang lemah…
Melihat tindakan ibu itu,hati nurani saya tersentuh..
Entah mengapa ketulusan seorang anak ke orang tuanya sungguh terlihat..
Dari dia yang selalu menyemangati ayahnya yang mulai pikun,sampai dia selalu saja mengelus2 kepala ayahnya sampai dia yang rela mau mengantikan pempers ayahnya padahal ada assistenya…
Rasanya saya mau menanggis melihat kemesraan mereka..

20141025-214957-78597795.jpg

Bahkan saya sendiri dengan orang tua saya tidak pernah sepeduli ibu itu ke ayahnya..
Mungkin itu yang di sebut kasih sayang sebenarnya ke orang tua yang sudah penyakitan lemah tak berdaya dan memori yang tidak sepnuhnya
Bahkan terlihat jenuh untuk berbicara dengan lansia yang mungkin terkesan membosankan..
Saya sendiri kalau ngobrol dengan kakek saya saja seperti kembali ke masa penjajahan,Selalu saja mengulang pembicaraan saat dia dulu masih jadi tentara negara,sampai saya terkadang malas untuk terus melanjutkan pembicaraan dengan kakek.. Hahahaha

Sampai saat lucunya,ibu2 itu bercerita saat mereka membawa ayahnya ke fisioterapi di rumah sakit memakai alat yang banyak kabel2nya (tens),si ayah yang memorinya engga stabil teringat ke masa penjajahan dulu..
Begini si ibu bercerita
Ibu : “Apa2n ini..,saya tidak mau membocorkan rahasia negara.. Saya rela mati.. Atau saya lepaskan granat saya..”
Gue dan fisio : ketawa ngakak
Walaupun omonganya lambat dan tidak terlalu jelas,namun lucu saja mendengar respon dia yang mengingat masa lalu dia saat penjajahan belanda dulu..
Sampe berkali2 “ayah” bilang belanda itu jahat.. Dia bilang juga macan asialah dia dulu berjuang dengan pak yus entah siapa saya tidak terlalu suka sejarah hahaha

Hal lucu lainnya yaitu saat “ayah” bilang ke fisioterapinya begini
Ayah : “makan bubur..,lemes..”
Ibu2 : “si ayah makan bubur terus jdnya lemes,nanti ya yah makan nasi padang”
Ayah : “makan nasi begadang”
Gue dan fisio : ketawa ngakak
Terus di ulang berkali2 tentang makan bubur lemes dan nasi begadang hahaha
Adalagi tiba2 “ayah” bilang mau nyanyi,fisionya pun tanya si “ayah” mau nyanyi apa..
Kata ayah..”burung”
Gue dan fisio nunggu tuh si “ayah” nyanyi..
Dan hasilnya cuma satu kata “burung” selesai..
Kalau kata si ibu itu biasanya cucunya lanjutin nyanyi burung kaka tua blablabla..
Dengan sabar si ibu menerjemahkan omongan si “ayah” yang terbata2 ke gue dan fisioterapi..
Dasar ya “ayah” pasien paling berkesan selama saya di sana..
Kerena saat lansia kita bakalan kembali ke masa anak2..

20141025-183650-67010659.jpg

Begitu banyak hal yang saya dapat di sana,apalagi ini pengalaman pertama saya di hadapkan dengan lansia dan pasien stroke..
Ternyata di masa yang sudah lanjut usia,selain kesembuhan yang mereka butuhkan ketulusan dan kasih sayang adalah hal yang paling di butuhkan motivasi untuk terus berjuang dan percaya kalau bisa sembuh dan kembali melakukan kegiatan normal,ya walaupun engga sepenuhnya…
Apalagi rata2 pasien di sana itu menenggah ke atas yang selalu di antar jemput naik mobil di temani supir atau di asisten,bukan keluarganya..
Apakah kesibukan mengabaikan segalanya?
Sampai di saat orang tua sakit parah dan membutuhkan Motivasi malah sibuk dengan dunia sendiri…

Mungkin sebagian orang gak semuanya masih bisa melewati kebersamaan dengan kedua orang tua yang sudah membesarkan dan merawat kita sampe besar,karena gak selamanya orang tua bakalan terus bersama kita..
Semakin bertambah usia,semakin tua juga orang tua kita.. Semakin dewasa kita,semakin siap untuk di tinggal oleh mereka yang sudah susah payah membesarkan kita…

Beruntunglah kita yang masih di temani oleh kedua orang tua yang selalu di sisi kita,walaupun terkadang kita suka sibuk sama dunia kita sendiri..
Karena gak semua orang masih bisa bersama orang tuanya sampe dewasa..

20141025-181157-65517112.jpg

Suatu saat nanti mereka akan pergi meninggalkan kita,entah dengan keadaan kita yang sudah siap.. Atau sebaliknya blom siap dengan sejuta penyesalan sudah menyia2kan mereka di masa bersama..
*ambiltisu*
Orang tua gak bakalan bisa muda kembali atau bakalan hidup selama-lamanya menemani kita…

Ada kata2 di sebuah flim begini..
“Saat dulu kecil orang tua yang menjaga kita,tapi disinilah saatnya ketika besar kita yang akan merawat mereka..”

Nb : jadi kangen nyokap bokap di rumah :”)))

Iklan

18 thoughts on “Ketika Orang Tua Menua~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s