Penyesalan datang terlambat~


/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/1db/38349695/files/2015/01/img_3782.png

Penyesalan..
Rasa nyesal yang sudah terlambat untuk di ulang kembali..
Penyesalan juga selalu hadir belakangan..
Karena kalau dia hadir di depan namanya bukan penyesalan tapi kejadian gitu..
Karena penyesalan itu adalah sesal setelah kejadian yang tidak kita inginkan…~

Saat lagi duduk-duduk menunggu pasien di ruangan poli..
Seorang bapak2 paruh baya duduk di depan saya dan teman-teman yang asyik mengobrol tentang tugas..
Bapak itu sebut saja,paman gober karena dia mirip sekali dengannya hehhe
Dia bilang kalau dia mau bercerita tentang kisah ibu dan anak yang miskin. Saya dan teman-teman langsung fokus mendengarkan cerita paman gober..
Mulailah dia bercerita mulai dari anak itu kecil,hidup dengan ibunya di sebuah gubuk kecil dengan keadaan sangat kesusahan.. Saat masih SD anak itu suka malu kalau di antar ibunya ke sekolah..
Selain ibunya yang miskin,dia lebih malu lagi karena ibunya hanya mempunyai mata satu. Teman-teman sebayanya selalu mengejek anak laki-laki itu dengan sebutan “dasar anak dari ibu mata satu”..
Semenjak itu,anak laki-laki itu bertekat untuk menjadi sukses dan kaya agar dia bisa pergi meninggalkan ibunya yang bermata satu itu.. Dia jadi rajin belajar sampai dia lulus SMA,dia mendapatkan beasiswa untuk meneruskan kuliah dan menjadi sarjana..

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/1db/38349695/files/2015/01/img_3774.png

Setelah kepergian anak itu yang kini sudah menjadi seorang sarjana,ibu miskin itu hidup sebatang kara di gubuk,berharap dan selalu berdoa untuk anaknya..

Dalam air mata,ibu itu selalu berdoa kepada yang kuasa agar anaknya kembali lagi setelah lulus menjadi sarjana.. Dia tidak mengharapkan apa2,hanya rindu yang mendalam kepada anak satu2nya.
Namun,setelah kepergian untuk meneruskan kuliah..anak itu tidak kunjung datang menemui ibunya yang bermata satu. Di dalam penantian ibu malang itu terus mendoakan anaknya yang mungkin sudah melupakannya..

Suatu hari,ibu itu mendapatkan kabar kalau anaknya menikah. Tidak ada satu patah katapun atau sepucuk surat undangan untuk kehadiran ibunya.. Hancurnyalah hati ibu itu..
Namun,ibu itu sadar bahwa anaknya yang kini sukses mungkin malu mempunyai ibu miskin dan bermata satu..
Di dalam sejuta kekecewaan mendalam,ibu itu tidak pernah berhenti mendoakan anaknya…
*apusaermata*

Suatu hari,rindu mendalam membuat ibu miskin itu ingin sekali bertemu anaknya dan datang ke rumahnya yang bagaikan istana..
Ibu miskin yang kini sudah tua dan sakit-sakitan di antar oleh seorang yang mengetahui tentang anaknya itu.
Sampailah dia di depan rumah anak itu yang mewah…
Di bukalah pintu,
Ternyata yang membuka pintu adalah anaknya sendiri. Tersenyum bahagia di wajah ibu yang telah lama hilang karena sudah lama tidak bertemu anaknya.
“Anakku…” Kata ibu itu penuh kasih sayang rindu.
“Siapa anda,saya tidak kenal…ibu saya sudah lama meninggal” kata anak itu lantang dan mengusir ibunya yang menanggis.
“Maaf mungkin saya salah alamat”kata ibu itu menutupi rasa kecewanya dan berpura-pura tidak mengenal anaknya. Dari kejauhan ibu itu melihat istri dan anaknya,mungkin anaknya malu dengan kehadiran ibunya yang miskin dan mempunyai mata satu.

Ibu miskin tua malang itu kembali ke gubuknya dengan seribu bahkan sejuta kekecewaan..,di saat dia berharap mendapatkan sambutan hangat yang dia harapkan untuk bertemu anaknya,malah di berikan caci maki dan hinaan yang menggores luka hati mendalam.

Semenjak bertemu dengan ibu yang sudah lama dia sengaja lupakan,anak itu jadi penasaran untuk sekedar menengok gubuk tua,tempat di mana dia berasal..
Kebetulan ada reuni kuliah di singapore jadi untuk alasan ke istrinya dan anak itupun berkunjung ke gubuk tua..

Diam-diam anak itu datang ke gebuk tua. Ternyata ada ibunya yang tergeletak di lantai. Anak itu langsung menghampiri ibunya. Ibu itu langsung memberikan sepucuk surat ke anaknya yang datang.

Tanpa membantu ibunya,anak itu langsung membaca surat yang di berikan ibunya..
“Anakku.. Demi untuk melahirkanmu ke dunia..di mana kamu kelilit tali pusar,ibu terus berjuang untuk melahirkanmu ke dunia.. Saat itu terdengar suara tanggisanmu..,ibu sangat bahagia.. Demi membesarkanmu.. Ibu rela bekerja siang malam untuk sekedar memberikanmu makan walau hanya sesuap nasi.. Saat kau pergi meninggalkan ibu untuk menjadi sarjana,namun doa ibu tidak pernah putus untukmu nak.. Tapi di ibu mendengar cerita kalau enggau kini menjadi sarjana ibu turut bahagia,walaupun tidak ada kata untuk ibumu dan kini engkau sudah berkeluarga.. Tak ada satu kata lagi atau bahkan surat yang kau kirim kepadaku.. Diam-diam ibu datang ke pernikahanmu,bukan untuk memakan makananmu.. Tapi hanya melihatmu terseyum bahagia dengan istrimu..
Anakku…
Ibu sadar ibumu ini hanya rakyat miskin dengan mata satu..
Mungkin kau malu dengan keadaan ibumu ini..
Namun,ada kejadian di saat kamu masih kecil,terjadi kecelakaan yang membuat salah satu mata mu rusak dan tidak bisa di gunakan lagi..
Sadarkah kau anakku.. Di dalam dirimu ada mata ibumu..
Ibu rela menjadi buta sebelah mata,demi anaku yang masih kecil..
Ibu tidak rela melihat mu tumbuh besar dengan mata satu..
Melihat indahnya dunia dengan kedua matamu yang kini engkau miliki..

Betapa bahagianya melihat dirimu sekarang..”
Saat melihat ibunya lagi,ibunya sudah tiada..
Meninggalkannya yang datang terlambat. Kini anak itu hidup dalam penyesalan.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/1db/38349695/files/2015/01/img_3773.jpg

Begitulah cerita paman gober kepada saya dan teman-teman yang mulai shok dengan raut wajah mau menangis..
Setelah bercerita panjang… Paman itu memberikan sebuah buku lumayan tebal..
Ternyata cerita itu ada di sebuah buku..

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/1db/38349695/files/2015/01/img_3496.jpg

Kisah yang menggetarkan hati..,tentang sebuah penyesalan yang datang terlambat.
Mau apapun yang terjadi dengan orang tua,khususnya ibu yang telah susah payah melahirkan membesarkan pula..
Membuatkan sarapan sebelum bersekolah,bahkan dulu di antar ke sekolah saat SD..
Sabar menasehati tanpa ada amarah..
Ikut bekerja kecil-kecilan untuk tambahan uang saku buat kita..
Teman curhat juga…

Walaupun saya kadang suka membantah atau tidak mendengar nasehat di saat saya melakukan sesuatu yang salah menurut ibu saya..
Namun,segala kekurangan ibu saya adalah lelebihan yang harus di terima..
Seperi ibu saya yang selalu menerima kekurangan anak-anaknya..

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/1db/38349695/files/2015/01/img_3772.jpg

Mendengar cerita paman gober,membuat saya sadar kesempatan engga datang dua kali..
Penyesalan bakal jadi penyesalan yang menyambuk diri sendiri…

Di kehidupan sekarang aja,banyak kejadian penyesalan-penyesalah kecil bahkan besar yang kita alami..
Dari yang selalu menunda-nunda kegiatan, Yang selalu menyepelekan sesuatu sampai engga peduli hingga akhirnya penyesalan…

Karena penyesalan itu engga datang di depan..,tapi di belakang..
Jadi jangan sampai penyesalan itu datang terlambat ๐Ÿ™‚

NB : begitulah cerita yang saya ingat di dalam memori hahha untuk jelasnya ada di dalam buku itu,surat ibu buat anaknya lebih panjang sampai 4 lembar dan lebih mengharukan ๐Ÿ˜€

Iklan

10 thoughts on “Penyesalan datang terlambat~

  1. Kesempatan datang berkali – kali, caranya aja yang beda makanya kita gak merasa itu sebuah kesempatan.

    Ceritanya emosional banget, pagi – pagi baca beginian agak mellow jadinya. hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s