Tentang Pentingnya Sebuah “HELM”~


  

HELM
Menurut wikipedia HELM adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik. Bukanya help tapi helm.. Hahaha

Kalau menurut saya HELM adalah suatu benda yang sangat berguna untuk melindungi kepala dari benturan yang entah apa yang akan terjadi. Karena,terbentur aspal tanpa perlindungan membuat trauma di kepala yang fatal.

Tapi di sini saya tidak menjelaskan awal mula si helm,cara pembuatan si helm. Tapi,meruginya bila engga ada perlindungan di kepala… Begini ceritanya…..


Awal yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi “kepala mencium langsung aspal yang keras”. Kejadian yang begitu cepat,berjalan pelan dan memberi tanda tanganpun di hiraukan sama si penabrak yang salah jalur dan dalam kondisi mengebut.

Mungkin bukan yang pertama kali saya ditabrak sebuah motor yang “hilaf” mengebut tanpa mepedulikan pejalan kaki. Namun,untuk pertama kalinya saya merasakan benturan mengerikan yang membekas di kepala sampai harus di lakukan pemeriksaan CT-Scan di sebuah rumah sakit dekat kejadian kecelakaan.

Hasil CT-scan kepala

Kejadian yang membuat traumatic yang membuat saya sadar akan pentingnya sebuah pelindung kepala. Cukup mengerikan menyentuh bagian kepala yang bergelembung besar di bagian kanan.

Alhamdulilah,tidak sampai kena otak besar maupun otak kecil. Namun,efek benturan yang sungguh tidak mengenakan. Mual,pusing,mata tidak setabil (muter2 tanpa sadar) dan tidak bisa bergerak banyak.

Saat kecelakaan terjadi,si penabrak tidak terluka sama sekali. Iya,mereka berpakaian lengkap sebagai pengendara motor. Jaket,celana jins,sepatu dan tentunya helm yang melindungi kepala mereka. 

Suasana setengah mau gelap,ramai macet di jalanan bebas (bukan jalanan busway) dan penolong mulai berdatangan membantu. Biasanya hanya bisa melihat di tv atau cuma melihat sepintas saat di jalan,waktu itu saya merasakan begitu horrornya berada di tengah jalan dan banyak orang yang mendekati hahaha. 

Ada yang menolong saya,ada yang cuma ngeliatin aja hiks,ada juga yang sibuk bertanya2 layaknya wartawan. 

Karena kondisi tidak memungkin kan untuk menjawab semua pertanyaan oran2 itu,sayapun hanya bisa menanggis. Entah mengapa gue terlihat cupu saat itu. Sampai2 ada seorang bapak2 ngomong ke saya seperti ini..

Gue : *shok *menanggis

Bapak2 : “mbak,jangan menanggis terus.. Menanggis tidak akan menyelesaikan masalah”kata bapak2 itu iba

Gue : ………. *mulaidiam

Benar juga kata bapak2 itu,entah bagaimana wujud wajahnya,dia adalah salah satu yang sudah membantu saya. Saat mau di bawa ke rumah sakit,saya sempet di angkat oleh 4 orang entah siapa mereka2 itu. Terima kasih banyak sang penolong πŸ™‚

Sampai di taksi,saya berempat dengan supir dan dua orang penabrak. Di saat saya kesakitan,sempat2nya penabrak yg duduk di samping gue menyalahkan gue.

Penabrak 2 : “gara2 mbak,saya jd engga ikut ujian..” Omel mbak2 itu di saat gue kesakitan.

Supir : “mbak bagaimana sih,udah nabrak kok nyalahin orang..”omel supir kesel.

Gue : *diam nahan sakit*

Penabrak 2 : “ke klinik aja pak..”

Supir : “waduh,yakin mbak??  Itu kepala loh sakit…” 

Penabrak 1 : “ke rumah sakit *itu* aja pak. mbak tenang aja ya…”kata mas2 itu yg menenangkan gue. 

Hanya suara yang masih saya bisa ingat,wajah si supir yang baik hatipun lupa karena kondisi mata saya yang engga setabil. 

Sesampainya di RS yang jaraknya tidak jauh dari TKP,saya langsung di bawa ke UGD menggunakan kursi roda. Di dalam ruangan UGD,saya langsung mendapatkan banyak pertanyaan dan pemeriksaan. 

Satpam : “mbak,boleh minta ktpnya?” Tanya satpam sopan.

Gue : *matatertutup* maaf pak,bisa ambil saja di dompet saya.

Entah mengapa kepercayaan saya ke satpam itu muncul,apalagi dia begitu baik mau menahan si penabrak dan selalu memantau gue saat di UGD. 

Cukup lama saya menunggu di UGD untuk ditindak lanjuti. Beruntunglah,ada temen saya si mukmer datang mau jadi penanggung jawab sementara. Tanpa banyak pertanyaan,saya langsung di bawa ke ruang CT-scan. 

Di ruangan para pekerja membicarakan saya dan bertanya2.

Perawat : “pasien KRL..”

Petugas : ” kasian engga ada keluarganya…”

Perawat : “iya,tadi aja di antar pake taksi.”

Petugas : “cepet sembuh ya mbak”

Gue : …… *dalam hati bilang,amin makasih mas.

Karena saya sudah tak sanggup berbicara dan membuka mulut,jadi hanya bisa diam saja. Membisu tak berdaya #halah hahahaha. Kondisi pusing dan mual yang mengerikan :(. Setelah menjalani CT-scan saya kembali ke UGD menunggu hasil dan tentunya menunggu keluarga saya datang. 

3 jam lebih,keluarga saya pun akhirnya datang *Horeee. Mereka panik melihat kondisi saya yang tergeletak tak berdaya di kasur. Sedih rasanya melihat ibu saya terlihat sedih dan saya malah membuat panik keluarga saya. Maaf kan ya ma.. 😦 hiks..

Syukurlah,sampai sekarangpun luka itu sudah membaik. Walaupun masih ada sedikit benjolan dan terkadang suka terasa nyeri. Namun,tidak terlalu membahayakan seperti awal. 

Pengalaman kecelakaan itu,pelajran Untuk saya lebih berhati-hati,apalagi harus waspada pada keadaan sepi.. Terkadang sepi tidak selalu menjadikan keamanan. Jalur buswaypun,ternyata tempat paling membahayakan. 

Sayangnya di tempat kejadian kecelakaan saya,tidak di buatkan jalan untuk pejalan kaki yg biasanya untuk menaiki busway,namun harus menyebrang dahulu karena haltenya berada di tengah-tengah jalan raya besar… Iya tanpa ada lampu merah pula.

Untuk pengendara kendaraan,sebaiknya untuk tidak terlalu mengebut2 di tempat yang memang seharusnya banyak pejalan kaki yang menyebrang gitu. Apalagi di jalur busway :”)). Sayapun kini kapok untuk tidak menggunakan helm saat hendak berkndara motor huptfz.. Hahaha.

Waspdalah…waspadalah…*gayabicarabangnapi*

harga helm sekarang itu brp ya? Terus merk helm yang bagus itu biasanya apa? *salahfokus Hahahhaha
NB : pakailah helm.. Apapun itu.. Walaupun cuma deket atau pergi sebentar. Menggunakan helm Penting banget.. Banget.. :”)) terima kasih banyak untuk para penolong~ 

Iklan

10 thoughts on “Tentang Pentingnya Sebuah “HELM”~

  1. Cuma inget kalo saya sudah mengalami lebih dari 50 kali kecelakaan motor. Dan beberapa penyebabnya adalah helm. Gara2 kaca helm terlalu gelap, kaca helm yg sulit dibuka, ukuran helm yg kebesaran di kepala, sampai melepas helm yg bikin gatal kepala karena banyak kutunya bekas orang pake. πŸ˜†

    Btw, salam kenal ya Mbak πŸ˜‡

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s