Cerita PKWT~


Haloo..

 

wisuda

 
Sudah sangat lama,gue tidak menuliskan kisah2 atau sekedar mampir2 ke blog tetangga yang selalu gue tunggu dengan sejuta cerita2 atau tips2 menarik.
Mungkin ini pertama awal memulai kembali kalinya gue menyempatkan waktu menuliskan kisah di blog yang kini mulai terlantarkan hiks 😦 *okeskip~

Ngomong-ngomong soal PKWT,ini bukan tentang makanan,minuman,caffe atau apalah yang lagi kekinian.. Namun tentang pekerjaan,kalau kejelasanya singkatan dr

Perjanjian Kerja pada Waktu Tertentu”. 

Dan entah mengapa gue mau bahas tentang ini.. Yuklah lanjut,begini ceritanya…

Siapasih yg gak tau pkwt,apalagi semua yang bekerja,pasti memakai sistem kontrak. Namun,gue engga membahas mendalam soal berbau kontrak2an. Tapi tentang nasip seorang yang bekerja gantiin cuti hamil,yang hanya berkontrak 3 bulan saja. Dan bernasip dua pilihan.. Mungkin ya bakalan ada kesempatan di perpanjang atau BYE maksimal~

Dan ini yang gue alami..*eciecurhat* hahahha. Awal yang berat untuk menerima pekerjaan di saat masih (freshgraduation) dan untuk mengisi kekosongan waktu di saat menunggu si wisuda. Antara mau tapi binggung,binggung tapi butuh *apaansihsel* hahaha. Namun ada kata2 pepatah..

Kesempatan tidak datang dua kali”

Hingga gue memilih menerima pekerjaan itu dari nol. Gue yang masih bodoh tidak berpengalaman dan hanya bermodal teori yg apalah itu hahaha

Di saat gue kosong ,para senior-senior banyak yg mau mengisi mengajarkan si anak baru itu dengan ilmu2 pengalaman mereka hahaha.

Dalam Bekerja,tentunya berbeda dengan kuliah. Lingkungan bekerjapun tidak seindah di dalam lingkungan kuliah maupun sekolah.

Saat bekerja,waktu itu penting. Apapun itu selama masih banyak waktu,jangan di sia-siakanBaru terasa setelah sudah bekerja dengan jadwal rutin. Apalagi harus bekerja di suatu tempat pelayanan kesehatan yang hanya libur satu hari saja dalam seminggu

Harus bisa “munafik”,dalam arti bisa bermuka dua apapun itu. Apalagi kalau suasana hati galau,gak mood atau lagi gak semangat. Apapun itu,harus di rubah jadi semangat dan pastinya bahagia terus di depan pasien. Karena pelayanan ke pasien itu no satu. Menjadi belajar lebih dewasa menghadapi masalah. Apalagi teman sejawat,yang bermacam2 wataknya. Hih ~

Bahkan dunia pekerjaan lebih mengerikan di bandingkan dunia pendidikan dalam pergaulan pertemanan. Susah menbedakan,mana teman dan mana lawan. Rambut boleh sama hitam,hati dan pikiran siapa yang tau.

Teman terkadang  adalah Lawan”

Seketika,dunia gue berubah jadi 180 derajat berbeda. Selain harus merubah kebiasaan,sifat maupun penampilan. Gue juga harus kehilangan waktu berharga untuk jarang bertemu keluarga setiap saat karena harus ngekost (again),susah banget untuk kumpul sama temen2 bahkan untuk kepentingan pribadi.

Bekerja giat dan memanfaatkan ilmu dari senior tanpa memikirkan kedepannya,hingga waktu berjalan sempurna dan tanpa terasa dua bulan berlalu… Barulah terasa “sedikit” merugikannya bekerja jadi seorang penganti cuti hamil. Hiks 😦 di balik menguntungkannya ya dapat pengalaman,walau hanya sesaat.

Mulailah senior-senior sudah mulai getar getor,gelasak-glusuk,kepo-kepo menanyakan..

Abis ini mau kemana? Setelah 3 bulan?”

Oh god,itu pertanyaan yang sepertinya membunuh gue *halah~. Apalagi guepun tidak ada planing “mau di bawa kemana nasip gue ini” *sambilnyanyi* hahaha. Jawaban pun hanya bermodal tersenyum saja,padahal dalam hati pen nanggis hahaha *hujanpundatang* *petirmenyambar* *badaihalilintar* *banjirjakarta*

Begini reka percakapan gue dan senior yang sebut saja doraemon,karena dia bulat2 hahaha *ehmaap*

Doraemon : ” eh sel eh sel,lo kan sebulan lg di sini,udh tau bakalan kemana?”tanya dia penuh kepo.

Gue : “hehehhehe”

Doraemon : ” kok hehehhehe.. Jawab dong”

Gue : ” hahahaha”.

Doraemon : ” ih kok malah ketawa sih” Mulai agak sensi.

Gue : “*senyum tanpa suara” padahal dalam hati gue mau nanggis dan mau mencurahkan semua isi hati gue hahaha aduh mba doraemon,tolonglah keluarkan alat yg bisa menjawab pertanyaanmu itu hiks 😦

Seandainya saja,mereka mengerti posisi gue yang serba salah kek raisah. Kalau ada mic,mungkin gue bakalan nyanyi.. Hahaha. Selaim terus usaha untuk mencari pekerjaan,gue terus berdoa.

Namun,keajaiban datang di saat gue mulai terhempit akan pertanyaan itu. Hingga,di awal bulan ini.. Gue ada panggilan pekerjaan di rumah sakit yang sama namun beda lokasi atau cabang. Seperti mimpi,entah masih tidak mau terlalu berharap akan di terima atau tidak.

Senin nanti akan ada sedikit jawaban dengan pertanyaan2 menantang yang akan gue lalui untuk mendapatkan pekerjaan. Tentunya ingin mencari dibutuhkan,bukan penganti lagi.
Aaaakkk tidak sabarlah hari senin..,semoga saja berjalan lancar dan mampu menjawab pertanyaan HRD dan pastinya pertanyaan si “doraemon” dan genknya yang keponya kebangetan.

Jadi,lo udh kerja sel? Udh wisuda? Ecieee met yaaaa hahahha *lohmalahngucapinsendiri*

NB : semoga saja akan ada cerita2 baru dan pekerjaan baru yang tetap~ terus usaha dan berdoaa ya sel hhaha πŸ˜€

Iklan

14 thoughts on “Cerita PKWT~

  1. Dunia kerja memang beda banget daripada sekolah atau kampus! Tapi nantinya kita pasti bisa menyesuaikan diri, seiring waktu. Orang-orang yang ada di sana pasti juga pernah mengalami ketika mereka pertama kali jadi pegawai.
    Wow, pwkt itu berat ya. Mudah-mudahan dilancarkan buat langkah selanjutnya, pasti akan dipertemukan Tuhan dengan tempat yang paling baik ;)).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s