Cerita PKWT (part2)~


 

“Kalau kerja kamu bagus,
kemungkinan besar akan di perpanjang”

Dalam pkwt,pasti di jumpai kata-kata seperti itu. Namun,tak semua bisa di angkat jd karyawan maupun di perpanjang. Bagaimana dengan nasip yang kerja sudah bagus,tapi gak di perpanjang gara2 kesirikan teman sejawat karena beda jenjang gelar? Hhhmmm sudah ku duga akan seperti itu…


Dalam bekerja pasti ada masalah masing2,mulai dari tumpukan kerjaan yang tak kunjung kelar,kinerja yang mulai menurun,teman2 kerjaanlah,klien yang rewel dan parahnya bos yang selalu nuntut macem2 yang membuat tekanan mungkin menggangu kinerja. Tapi bagaimana dengan senior yang rewel,selalu di salahin disetiap bekerja?? HAHAHHA~

Waktu gue bekerja di sana tinggal 2 minggu lagi,dengan kejelasan kalau engga kemungkinan engga diperpanjang. Baru lulus masih bodoh pengalaman,di apit di antara orang-orang yang beda jenjang gelar,memang itulah saingannya.

Terlalu banyak “udang di balik batu,musuh dalam selimutlah..” intinya mau menjatuhkan,agar tidak nyaman atau tidak ingin di pertahankan.

Sedikit jantungan dengan keadaan bekerja dalam keadaan “fresh”. Bahkan teman sejawat yang di percaya baik dan satu nasip,adalah musuh yg akan menusuk lebih dalam. Cukup berat dengan lulusan sarjana,harus di gaji dengan gaji d3 yang samahalnya dengan UMR. Sebenarnya,kalau soal gaji,bukan jd patokan utama. Yakarena,gue masih baru dan mencari pengalaman dan ingin menolong orang untuk sehat. Iya pengalaman..

Selain pengalaman kerja,gue mendapatkan pengalaman berharga selama kerja singkat di sana. Tentang persangingan perbedaan jenjang gelar.

Selain faktor internal dalam team atau teman sejawat. Masalah dengan pasien yang rewel membuat “baper” banget. Tapi,baper2nya masalah sama pasien,paling mendalam adalah di tegur terus2an sama satu senior,seorang pria bukan ibu2 atau cwek yang biasanya rewel  yang terus mengkritik dengan kata2 pedas kek “sambal balado” *yihaaa *goyang2. Padahal kesalahanya sepele,tapi di tegornya depan pasien hahaha itukah kerja team??

Di sana ada dua kelompok atau team,jujur.. Gue lebih suka kerja tim dengan yang satu lagi. Mereka serius dan rajin dalam bekerja. Kalau gue bikin salah di tegornyapun berdua aja. Gak perlu depan pasien,dengan kata2 “sambal balado” dan nada yang tinggi kek gedung2 jakarta hahaha.

Walaupun gue tidak mendapatkan kepastian bakal diterima bekerja di rumah sakit cabang satu lagi,setidaknya cukup lama untuk menunggu waktu selesai kontrak di situ. Terlalu banyak tekanan yang bener2 membuat bekerja jadi engga maksimal.

Apalagi ya itu,jenjang gelar yang berbeda dengan mereka. Yang mungkin,menurut mereka bakalan bikin kesangin kedepannya. Padahal sih bagi gue SAMA AJA,apalagi soal GAJI. Diploma dan sarjana sama aja kok untuk bekerja disana,sama2 bekerja untuk kesehatan pasien. Dan soal pengalaman mereka ahlinya.

Padahal di cabang satu lagi,saat interview yang ternyata dari mereka kebanyakan adalah temen sejawat sama satu gelar,tidak mempermasalahkan soal gelar. Tapi harus bisa menganalisa lebih dalam kasus dan sakit pasien. Sampai2 gue di bilang “di sini,kerja team dan kekeluargaan di utamakan. Kalau km engga bisa bekerja team dalam kekeluargaan. Lebih baik cari yg lain” wah,si ketua itu sepertinya seru.

Semoga saja gue di terima di sana dan bisa keluar dari “jaring2 duri bekerja di sana yang semakin lama semakin tertekan” hahaha~

Rasanya…, ingin sekali bekerja di dunia yang gue sukain,iya dunia menulis. Terkadang binggung bagaimana bila menjadi seorang menulis hiks~

“Bekerjalah dengan hal yang di sukai”

 

NB: edisi curahan hati banget ini ya sel,mohon maaf ya agak melow dan agak lemah menghadapi hidup hahaha

Iklan

12 thoughts on “Cerita PKWT (part2)~

  1. Orang memang macam-macam ya, ada yang enjoy saja dengan orang yang baru dan punya pendidikan lebih, ada yang tersaingi dan menganggap semua kompetisi. Sabar… yang penting kita selaku berlaku baik dan berusaha sebaik mungkin, semua kekesalan dilampiaskan via tulisan di blog :haha. Tuhan akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang selalu menggerutu, dan Dia akan memberi hadiah yang sangat tepat :hehe.
    Yuk, terus berusaha. Semangat, ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s