Cerita Tentang Menunggu~



Menunggu??Menunggu kata-kata yang selalu membuat kita jenuh. Iya apalagi jenuh dengan kata menunggu sesuatu hal yang kita nanti2kan.

Seperti halnya kita selalu terbiasa untuk sabar menunggu dan harus rela mengantri. Namun,sampai kapan batas kemampuan untuk sabar menunggu itu sampai memuncak?

Ah,lagi-lagi galauin soal cinta. Jd cerita tentang cinta nih sel?

Tak pernah rasanya rela menunggu sampai menunggu selama ini. Mungkin sabar segala-galanya menunggu hal semuanya akan terwujud kelak. Akankah keseriusan itu tulus di ucapan saja? Tanpa adanya tindakan nyata? Atau hanya kalimat penenang agar diriku mempercayainya? Ah kamu suka bercanda akang mas koki~

Tak jarang bilang jikalau dirimu serius,km yakin aku jodohmu dan kalimat bulshit seperti sayang dan cinta kamu satu-satunya. Kata-katamu sama halnya seperti cowok pada lainnya.

Namun,mengapa aku tetap setia menunggu mu?

Semacam aku terlalu berharap..,mungkin. Bodohnya mungkin percaya akan sampai di jenjang keseriusan adalah masalah terbesar di dalam diriku. Jujur,terlalu percaya adalah bumerang untuku. Kecewa adalah hal paling menakutkan untuku.

Berpacaran dimasa sudah usia produktif adalah sesuatu hal yang memberatkanku. Usiamu dan diriku sudah di katagorikan cukup. Sama-sama sudah ada pekerjaan dan sudah lulus menjadi sarjana.

“Apalagi yang di tunggu? Sudah sama-sama kerja. Usia juga sudah cukup.”

Hhmm,pertanyaan yang selalu aku dengar dari orang-orang yang sibuk mengomentari hubungan aku dan kang mas koki itu.

Memilihnya,aku yakin dia yang terbaik di antara pria-pria yang dulu mendekatiku. Ah,serasa idola aja sel hahaha. Mengenalimu sampai harus mendekatkanmu ke dalam keluargaku adalah masa tersulit.

Aku yang menjadikanmu orang pertama dalam hidupku untuk di perkenalkan ke keluargaku adalah masa perjuanganku.

Mendekatkanmu dalam keluargaku adalah perjuanganku yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Namun,tak sanggupkah dirimu lakukan sebaliknya untukku di dalam keluargamu. Rasanya aku merasa ada ketidaknyamanan di dalam hatiku. Entah karena aku tak di seriuskan atau ada yang kau sembunyikan.

Di antara kita,ada satu hal yang tak semestinya dirimu langkahi. Oh tuhan,layaknya berada di sebuah drama flim. Aku dan kamu di takdirkan bertemu dalam satu-kesamaan hal. Namun,kita berbeda dalam hal keluargamu yaitu kaka wanitamu.

Sedangkan,adat istiadatmu begitu kental. Dan aku hanyalah seorang wanita. Iya wanita yang menunggu mu.

Mungkin,kedua orang tuamu tidak rela akan kehadiranku. Di tengah keadaan keluargamu yang seharusnya tak bisa kau langkahi. Sunguh menjadi seorang wanita tidaklah menyenangkan?

Iya karena rasa perasa yang begitu dalam sampai harus meraskan ketidak sukaan keluargamu terhadap kehadiranku.

Apalah dayaku,mencintainya dengan menunggu hal yang tak pasti kau ucapkan. Hingga dirimu selalu ucapakan,

“Akan ada masa,indah pada waktunya”

Oh indah,kenapa selalu ada dalam kata-kata menyejukan hati ini.

Dan dirimu pun selalu bilang,

Aku gak mau punya target,takut meleset

Plis kang mas koki,kalau takut meleset jangan jalan di ubin yang basah (?)

Kamu bilang juga,

Aku lagi menghemat dan nabung. Pacaran itu pengeluaranya banyak” 

Mas koki,kalau gak mau pengeluaran banyak ya jangan pacaran. Tapi jangan  jadi lelaki buaya buntung. Uhuk..,Katanya mbak inul~

Atau kamu selalu bilang,

“Menikah itu banyak pengeluaran yang besar”

Semua orang tau hal itu. Ah kamu kang mas koki,Menikah itu gak perlu untuk hal mewah-mewah. Tapi kamunya yang terlalu banyak alasan.

Membicarakan soal masa depanpun tak pernah kau ucapkan,layaknya air yang mengalir di sungai. Itulah dirimu dalam hubungan aneh ini.

Panas rasanya setiap datang ke acara keluarga besar,perlahan mereka tau keberadaanmu. Tak sangup membalikan semuanya. Iya,aku menunggu kamu. 
Tak lelah,aku berdoa pada tuhan. Aku selalu berdoa,semoga ada jalan terbaik untuk hubungan yang aneh ini. Air mataku rasanya tak habis untuk menangisi isi hati akan kegelisahanku tentang dirimu. Mendoakanmu…,selalu.

Tak jarang bisikan-bisikan iblis untuk segera meninggalkanmu. Pergi dari dirimu yang tak serius dalam tindakan nyata.
Bahkan seorang pria lain berniat serius dan perjodohan-jodohan konyol sering di bikin teman-temanku agar aku bisa keluar dari jerat kebimbanganmu.

Ah,aku tetap menunggumu kang mas koki ku yang sederhana~ 
Namun,aku percaya.. Suatu saat nanti kita bakalan bertemu bersanding dalam pelaminan. Jikalau kita memang di gariskan berjodoh. Iyaa suatu saat.. Atau mungkin diriku dengan yang lain atau kamu dengan yang lain. Pedih rasanya menuliskan itu,tak rela hati ini.

Itulah wanita,layaknya kaset kusut. Selalu bertanya pada setiap pertanyaan yang sama. Karena wanita butuh kepastian.

“Percayalah,di setiap berlabuh pasti ada dermaganya~ ”

“Percayalah,di setiap penerbangan pasti ada landasanya~ ”

“Dan percayalah,aku akan menunggumu sampai batas kemampuanku~ “

Jadi kapan nikah sel (?) MAY

NB : idiw,galau banget sel? Hahaha

Iklan

6 thoughts on “Cerita Tentang Menunggu~

  1. Jangan galau lama2 sel. Nanti rugi. Kita kan ada sebab orang tua yg bersenang2. 😀
    Betul kata Afgan, jodoh pasti bertemu. Eh, kata Afgan atau kata mbak Santi yg di atas itu. Ya sama ajalah ya~ hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s