Cerita tentang wedding~


Wedding..

Dalam suatu hubungan percintaan,selalu ada masa di mana akan berakhir. Entah berakhir dengan perpisahan atau berakhir di pelaminan alias menikah ihiw~

wp-1500487392228.jpg

Sebenarnya tidak perlu bergalaugalau bila memang sudah menemukan suatu pasangan yang sudah pasti ada. Atau pusing mencaricari jodoh lagi yang lebih dari dia.

Di jaman sekarang mungkin pilihan itu pasti ada. Tapi untuk menikah,apakah tampan atau cantik adalah hal yang di pilih utama?? Apakah kaya atau pas2an jadi pilihan?  Ahay~. Seperti kata pepatah :

Cantik bisa di buat,fisik bisa di rubah. Tapi akhlak dan mempunyai pemikiran masa depan yang harus di pilih.

Hanya perlu keyakinan dan tekad untuk menikah dan berhenti untuk terus bermain *halahsokbijaklosel hahaha.

Rasanya bahagia bisa menulis di blog yang entahlah ya *beberesdebu *ambilkemoceng haha. Setelah Sekian lama tidak menulis,kok malah temanya nikah sih sel? 

Jadi,udah mau nikah nih sel?? 

Layaknya sudah sampai di sebuah pelabuhan,berhenti dan turunkan bendera layar perahu. Itulah yang bisa tergambarkan dari sebuah ending pernikahan. Ahay~ *goyangholahop.

Tiada yang akan menyangka,akan ada masa seorang wanita akan memilih dan bertekad menerima pria yg di cintainya untuk menemaninya dalam ikatan “pernikahan“. Pernikahan indah bila sekali seumur hidup. Siapapun ingin itu terjadi. Membangun rumah tangga dengan lelaki yang di cintai dan di inginkan,menikah tanpa ada paksaan.

Apalah arti berpacaran lama-lama kalau endingnya aku dan kamu malah menikah dengan yang lain hahaha *goyangsambalado.

Sedikit greget ya menantikan waktu untuk menulis. Karena harus bener-bener butuh waktu luang dan pikiran yang tenang ahay~ hahha. Selain harus memikirkan urusan buat hari H,selalu aja sibuk mengurusi kerjaan yang gak bisa di ajak santai biar kaya di pantai haha.

Tapi,akhirnya waktu ini dateng juga. Di pikiran kepala sudah penuh rasanya ingin mencurahkan isi hati dan sedikit bercerita tentang masa-masa menjelang hari H. Tidaklah mudah mengatur waktu untuk mengurusi sebuah pernikahan,apalagi kita yang bekerja 6 hari dalam seminggu. Perlu waktu yang pas buat pergi sana sini buat membuat perjanjian.

Selain orang tua turut membantu,untuk yang sudah bekerja dan dewasa. Alangkah indahnya bila terjun langsung untuk memberikan ide atau masukan bahkan ya ngurus sendiri aja kali ya. Rasanya pasti lebih pas dan puas kalau si calon pengantin sendiri yang memilih langsung. Karena hati tidak bisa di bohongi bila tidak menyukai. Apalagi karena pilihan orang lain. 

Seperti makanan,dekorasi,baju nikah,lokasi nikah,undangan,sovenir dan seserahannya. Ada dua pilihan setiap menentukan pilihan,seperti mau menikah di mana?? Mau masak sendiri atau pake wo? Mau pake catring apa? Bentuk souvenir?? Undangan tipis atau tebal? Sampai2 soal seserahan? Sangat menguras pemikiran dan emosi.

wp-1500487498123.jpg

Namun,dari semua itu…. Proses pertama itu melewati masa lamaran ahay~. Jadi ingat,saat si calon mau serius untuk menikah. Lucunya si calon bilang ke kedua orang tua. Apalagi ke ayah.. Lucu Hahaha. Begini percakapan singkatnya si 

Gue : “gmana rasanya??”

Casum : Rasanya aku mau mati,sesak nafas saking deg2anya. Ini tuh lebih dari pada aku interview atau sidang skripsi” 

Okelah ya,mungkin dari jaman kuliah awal sampai jaman-jamanya skripsi itu yang gue bahas pasti mantan. Yang jelas tentang susah move on atau ya deket2 sama cowok-cowok yang berneka ragam.

Seperti mimpi ya,gue bertemu dengan cowok sederhana yang kini akan menjadi suami gue. Gak pernah percaya kalau perjuangan itu nyata. Meraih medali atau bahkan untuk mendapatkan sesuatu hal itu memang tidak segampang membalikan tangan.

Kalau banyak cerita-cerita ftv atau drama2 entah berantah dari mana itu berada. Memang ternyata ya,untuk menyatukan dua hati untuk satu jalan itu susah. Apalagi kalau udah soal menikah. Tidaklah mudah bukan?? Menyatukan dua kepala aja susah,apalagi beberapa-beberapa kepala yang pastinya keluarga.

Flashback,gue pernah bercerita tentang kejamnya percintaan gue dengan calon gue. Iya karena dia masih punya kakak perempuan yang belum menikah dan belum ada jodoh. Sedih kalau ingat masa-masa dulu ya.

Berjalan waktu,entah apa yang di jalankan. Mulailah ada titik terang dalam hubungan gue dan calon gue. Ehm,semacam cobaan yang tiada henti-hentinya *lebaylusel hahaha. Sampai pada tahap persiapan pernikahanpun cobaan sangat bertubi-tubi. Dari pertengkaran dengan si calon,keluarga maupun dengan keluarga si calon. Bayangkan saja,dari beberapa kepala menjadi satu tujuan yang sama. Endingnya,gue dan calon sepakat untuk mengurus sendiri atau simplenya milih sendiri apa yang gue dan calon inginkan.

Tahap fitting,masa paling melelahkan. Karena gue harus berkali2 di ukur,karena 3 kali coba baju selalu berubah2. Kekecilan atau malah kebesaran. Baju akad nikah yang berbeda. Biasanya orang-orang akad pake baju putih-putih,ini gue dan calon harus pake baju abu-abu. Karena ukuran gue engga ada yang muat hahaha. Dan gue dan calon sepakat untuk tidak membeli baju,dan menerima apapun yang di sediakan dari pihak WO.

Menikah di usia yang sudah matang,pekerjaan sudah tetap,tabungan sudah cukup dan mental yang sudah siap adalah moment yang pas untuk gue melangkah lebih baik.

Setiap wanita di ciptakan untuk berpasang-pasangan.selayaknya adam dan hawa. Tidaklah perlu takut lama menikah atau jodoh belom ada. Kata pepatah :

“Kalau jodoh,tak akan kemana”

Dan juga jangan pernah merasa tidak laku karena bentuk badan atau apalah kekurangan yang ada di diri kalian. Percaya deh,gak semua pria melihat dari fisik semata. Semua kembali lagi ke diri sendiri,bagaimana bisa menangkap kepekaan akan pria sekitar dan jangan pernah jd pria atau wanita over lebay pemilih.

Cinta dan sayang datang dengan kebiasaan dan terbiasa sendiri. Jadi lupakanlah mantanmantan yang gak penting yang bukan pahlawan harus kita kenang teros *hahaha *ketawaiblis,karena yang ada di samping dan selalu ada adalah jodoh kita di masa depan.

Jadi,lo udh nikah nih sel???

NB : maafken yah kalau rada kaku tulisannya. Sudah sangat lama saya tidak menulis. Dan welcome back sel :”D

Iklan

7 thoughts on “Cerita tentang wedding~

  1. KYAAAAAAAK 😀 INI MBAK SEL UDA LAMARAN NIH? KYAAAAAAK KAMU KOK KEREN SEKALI SIH AAAAAAH HIIIH. AKU TERSALIP. PADAHAL AKU INGIN NIKAH, TAPI APA DAYA AKU MASIH MAHASISWA SEMESTER AKHIR YANG SKRIPSINYA BARU SAMPAI BAB DUA.

    EYAUDAH NDA APA.

    Btw, ini kenapa aku komentarnya nggak santai dan ngga nyambong ya -_-

      • SOALNYA EXCITED MBAAAAAAK 😀

        Eh, gimana sih nulisnya?

        Eksaited?
        Eksited?
        Exited?
        Ah, pokoknya begitu deh 😀

        Hihihi bener mbak. Semua ada masanya yaa. Berjuang pokoknya. Berjuang.

        Eh, btw pertanyaanmu yang terakhir terhapus oleh wordpress nih. Gimana dong?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s