Prahara dalam pernikahan~


Hallooooo…

Kenapa poto eskrim sih sel? Gue lagi suka banget sama ini minuman. Mon maap tema dan poto engga nyambung hahaha :”).

Wah sudah lama sekali ya gue engga menulis di blog ini. Seperti merindu lagi untuk menulis di blog pribadi gue ini. Pada jaman2 belum sibuk (dih sok sibuk lu sel) haha.

Jadi mau cerita-cerita lagi nih sel?

Iya dong haha. Kali ini gue mau membahas tentang prahara pernikahan. Kenapa prahara? Apa itu sejenis ikan sel? Bukan ya bukan itu lah piranha haha.

Pernikahan adalah dua insan manusia bersatu dalam ikatan suci. Tidak pernah ada yang salah dalam setiap kita mau melangkah. Setelah masa pernikahan adalah dunia baru yang bakalan banyak chapter2 unik,suka dan duka.

Jadi gimana sel dengan pernikahanya??

Ahay,gue rada kaku parah sih ini. Kayanya tuh nulis kali ini gue mesti mikir lama seperti mau ujian dan juga harus ada hapus maupun typo2 anoyying. Tapi gue bakalan berusaha buat tetap berbagi kisah di sini.

Ngomong-ngomong,gue udah menjadi the real emak2 di rumah atau bahasa resminya IBU RUMAH TANGGA haha. Prahara dalam hidup gue adalah memilih resign dan stay at home. Sungguh berat dan benar-benar harus kuat mental menghadapi mulut2 anoyying. “Sayang loh,udah sekolah tinggi2. Eh jd IRT”,bahkan ya seorang ibu juga harus pintar dan sekolah tinggi2. Pendidikan pertama yang di dapat anak ya di lingkungan keluarga.

Jangan pernah takut untuk melangkah. Karena saat melangkah untuk kebaikan,apalagi buat anak gak akan merugi kok. Tapi tetap ya,harus banyak yang di omongin ke suami dan jangan lupa bila ingin sendiri harus minta izin ke suami. Jika suami yang minta seperti gue,ya gimana ya berat emang. Suami pasti tau hal yang terbaik.

Dan saat menjadi IRTlah,di situlah jiwa keibuan gue terbentuk. Percayalah,menjadi seorang ibu sangatlah tidak mudah. Manaaa suaranyaaa para istri?

24 jam selalu ada buat kedua anak gue yang mulai memasuki dunia balitanya. Tau kan ya,kalau anak sudah mulai balita, rumah bagaikan kapal pecah. Apalagi si kaka dan adik hanya beda satu tahun. Parah sih asli,bener-bener harus terbelah dua. Tapi tenang gue bukan amoeba kok haha.

Waktu terasa sangat cepat,pernikahan sudah berlalu 3 tahunan. Saat melihat foto-foto anak,lah udah pada gede aja. Iyalah,masa mau kecil terus si sel -_-“.

Di balik gue yang sibuk jagain anak (lebay lu sel hahha),sesekali temen suka bercerita. Tentang prahara pernikahanya. Ada yang cerita bahagia dan ada juga yang sedih.

Cerita pertama tentang si benalu wkwkwk. Kesellah gue sebenarnya sama doi ini.

Benalu : ” intinya tuh ibu gue bedalah seperti ibu-ibu yang lain sel.” Curhat dia saat menunggu anak2 kita di play ground.

Gue : ” beda gimana? Tp ya emang bedalah. Kalau ibu kita sama. Serem kali ah,saudaraan kita yang ada coy” canda gue mencairkan suasana.

Benalu : “kagalah anjir,masa gue panggil lu sister. Gue kan masih PMI. Pondok mertua indah ya,walaupun dia orang tua gue. Tp suami gue itu ngebatin sama emak gue. Masa ya makan aja gue gak boleh.”

Gue : ” Intinya ya lu beliin bulanan gak?”

Benalu : ” engga hehe”

Itulah sebabnya gue blg benalu haha. Pada dasarnya,saat kita msh menumpang. Ya tau diri aja,gimana juga orang tua udah makin tua. Dia bakalan gak mungkin ya,untuk terus menghidupi kita terus. Apalagi,suaminya kerja alangkah baiknya ya sebulan sekali ksh sedikit rezeki. Selama gue nikah,gue ngerasa apa yang sudah gue ksh ke orang tua. Berkah buat gue dan suami.

Cerita kedua gue tentang si gengsi.

Gue : ” lu itu suami istri,kenapa sih gak saling memikul aja?”

Gengsi : “gaklah sel,suami gue yang ada ngebangkit. Lagian males ah,gengsi gue masa minta2 sama suami.”

Gue tarik nafas.

Gue : ” gini ya,lu itu istri. Lagian lu minta uang juga buat kebutuhan berdua kok. Buat makan lu dan juga buat listrik atau ya yang lainnyalah”.

Gengsi : “gaklah sel. Biar dia sadar aja.”

Percayalah,saat mendengar si gengsi curhat kepala gue cenat cenut seperti lagunya smash. Pusing aja bawaanya denger omonganya. Buat apa berumah tangga kalau urusan rumah aja harus saling diam dan malah memilih buat masing2 sadar. Kemana arti komunikasi antar suami dan istri. Walaupun awal2 nikah gue punya privasi sama suami. Buat rumah juga harus ada omonganya.

Cerita ke tiga gue tentang mantu perempuan,mantu perempuan,anak perempuan dan mertua perempuan. Drama yang selalu bikin kehidupan pernikahan ini penuh prahara. Mempunyai seorang mertua itu ada yang menyenangkan dan ada yang selalu bikin batin haha. Apalah arti menikah kalau tidak ada konflik dengan mertua dan ipar. Kalau kata mba inul,bagai sayur tanpa garam *tbtbgoyangngebor.

Seorang teman sebut aja sapi,memang dari awal pacaran dia tidak di sukain ibu mertua dan ipar2nya. Sampai detik inipun sama. Hanya saja yang mencairkan suasana adalah anak2 mereka. Jangan salah,tetap aja PENYAKIT HATI akan selalu ada.

IRI DAN DENGKI. Berdua itu bakalan selalu ada di dalam hati manusia. Tergantung manusia itu sendiri bagaimana bisa menyingkapinya.

Si sapi bercerita tentang ibu mertuanya yang selalu saja setiap datang ke rumah suaminya. Bilang kalau mereka selalu saja mencari kesalahan. Apapun di bahas yang tidak enak sampai di sindir2. Parah sih.

Kalau soal ipar2nya,ya biasa iri2an dan merasa mau paling terdepan, seperti slogan merek motor haha. Membandingakan soal lahiran secar dan normal. Cara mendidik anak dan soal ibu rumah tangga atau pekerja. Hal yang gak perlu di bahas,bakalan di bahas sampai si sapi tersudut.

Tapi percayalah,kekuatan cinta dan ketangguhan hati bakalan bisa di pertahankan. Karena saat sudah sepakat dan melakukan pernikahan. Disitulah dunia sesungguhnya di mulai. Belom lagi masalah intern,anak,anak dan anak. Pendidikan utama,prilaku,kekuatan dalam agama dan bagaimana dia bisa bersosialisasi.

Itulah mengapa,seorang ibu itu sangat kuat. DAN HARUS KUAT,kuat dan kuat. Walaupun batas kesabaran seorang ibu melemah bisa terlalu lelah dan tertekan. Apalah arti prahara mulut-mulut anoyying si ibu mertua dan ipar-ipar iseng. Fokus selalu menjaga keutuhan demi rumah tangga,cinta dan anak.

Saat sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Bukan hanya memikirkan diri sendiri lagi,EGOIS UNTUK memikirkan hati diri sendiri. Tapi,ANAK. Merekalah yang sangat membutuhkan orang tua. Hancurnya hati kita dengan prahara. Hati anaklah yang paling hancur bila melihat kedua orang tuanya berpisah bahkan hanya berantem saja.

“Dalam perceraian,yang utama menjadi korban adalah anak.

Walaupun banyak juga yang bisa bangkit,membangun lagi istananya dengan yang baru dan membesarkan anak dr yang pertama. Tergantung bagaimana orang tua bisa masing2.

Jadi ya,kapan nih gue bisa jalan-jalan liburan lagi sama keluarga? Next gue harus posting jalan-jalan.. haha.(mon maap endingnya gak nyambung :”)) ).

Nb : mesti kuat nulis malem nih mata,karena di situlah waktu irt macem gue bisa nulis haha. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca :”)).

6 thoughts on “Prahara dalam pernikahan~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s